Monday, June 25, 2012

Latih Diri menjadi Sensitif?




"Allah tidak akan mengubah sesuatu kaum itu melainkan mereka yang merubahnya sendiri" -Ar Ra'ad : 11


Sering kita beri ribuan alasan dan sebab setiap kali diajak untuk melakukan kebaikan atau berubah. Dikatakan usia masih muda ( aku muda lagi, dah tua nanti aku taubatlah ), dikatakan perjalanan hidup yang masih panjang ( aku muda dan kuat, kenapa perlu susah-susah beramal sekarang? ) dikatakan juga belum sampai seru ( esok lusalah aku solat, belum sampai seru lagi) dan macam-macam lagi alasan-alasan yang dihujahkan.


Kita buat seolah-seolah janji dan pesona dunia lebih penting berbanding mengejar kampung halaman yang hakiki iaitu syurgaNya. Dan terkadang juga, manusia terlalu berat untuk melaksanakan apa yang dituntut oleh Sang Pencipta. Rasa malas berjaya menguasai seluruh hati dan anggota. Seolah-olah jasad digari daripada sujud pada Yang Satu.

Mengapa begitu malas untuk beribadah padahal tujuan penciptaan kita adalah untuk mengabdikan diri semata-mata kepada Allah (51:56). 


Andai dipuji tentang kecantikan paras rupa, pantas hati berbunga-bunga indah. Tetapi jika dikatakan sebaliknya, terus hati menjadi sensitif. Alangkah indahnya jika hati kita terasa sensitif dan terasa hati, andai diberitahu tentang keadaan amal dan iman kita yang makin berkurang. Terus hati yang sensitif ini, menyedarkan jiwa-jiwa lalai kita untuk terus memohon seribu keampunan dariNya. 


Anas RA berkata,
Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ' Allah telah berfirman, " Hai anak Adam, selama kamu berdoa dan berharap pada-Ku dan tidak Aku hiraukan bagimu semua yang terjadi padamu dan tidak Aku hiraukan berapa banyaknya. Hai anak Adam, andaikan dosamu telah mencapai langit kemudian minta ampun pada-Ku, Aku ampunkan bagimu. Hai anak Adam, andaikan kamu menghadap pada-Ku dengan wadah di bumi penuh dosa tetapi kamu tidak mempersendakan Aku dengan sesuatu apa pun nescaya Aku isi semua wadah itu dengan pengampunan." (Riwayat Attirmidzi)


Latih diri kita untuk jadi lebih sensitif bila berkaitan dengan iman dan amal. Sensitif yang akan menolak minda dan jiwa untuk bergerak mencari redha dan cinta Allah. 


Yakinlah dengan kuasa Hijrah, 
"faiza 'azamta fatawakkal 'alallah"
"Bila sudah berAZAM maka berTAWAKALlah"
"When you made a decision, put your trust in Allah, Allah loves those servants who like to put the trust in Him"


Usah menangguh dengan keinginan hijrah itu sendiri, masa terus berlalu, Jika bukan sekarang bila lagi, jika bukan saat ini bila lagi. Sungguh, tiada yang lebih berbahaya dari sikap menangguh-nangguhkan kebaikan.


"Ya, Allah! Kami bermohon padaMu agar ditetapkan iman, janganlah Engkau bolak-balikkan hati-hati kami setelah kami mendapat petunjuk daripadaMu. Hidupkan dan matikan kami dalam iman. Ampunilah dosa-dosa kami. Lindungilah kami daripada api nerakaMu. Tempatkan kami dalam syurgaMu. Amin Ya Rabb "


 Wallahualam.

No comments:

Post a Comment